DIGIKOMNEWS.COM – Pemerintah masih mengkaji pembatasan penggunaan media sosial untuk anak.
Pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mengkaji usulan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak.
Kajian ini dilakukan mengingat dampak negatif yang semakin banyak dikeluhkan masyarakat terkait penggunaan media sosial dan kecanggihan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan hal itu dalam rilisnya, Rabu, (15/1/2025).
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey
Nezar menjelaskan bahwa meskipun media sosial memiliki sisi positif, banyak pengaduan yang menunjukkan dampak buruk terhadap anak-anak.
“Kami sedang mendengarkan masukan dari berbagai pihak untuk kajian ini,” kata Nezar.
Nezar mengungkapkan, pemerintah juga mengimbau orang tua agar lebih aktif mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka.
Aktivitas online anak-anak, termasuk akses terhadap konten yang merugikan, perlu dipantau.
Baca Juga:
Pemerintah Blokir 6 Grup Facebook Penyebar Fantasi Dewasa terhadap Anak demi Ruang Digital Aman
Jasa Siaran Pers Persriliscom Melayani Publikasi ke Lebih dari 150 Media Online Berbagai Segmentasi
Untuk melindungi mereka dari dampak yang dapat mempengaruhi pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
“Orang tua harus memantau apakah akun anak-anak digunakan untuk mengakses konten yang dapat berdampak buruk pada pendidikan mereka,” ujarnya.
Selain itu, Nezar menambahkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait
Termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komnas Perempuan dan Anak, untuk membahas pembatasan ini.
Baca Juga:
Inilah 8 Peranan dan Manfaat Penting dari Publikasi Press Release bagi Dunia Usaha dan Perusahaan
Sapulangit Media Circle (SMC) Tunjuk Romadhon Jasn Menjadi Direktur Sapulangit Public Relations
Inisiatif tersebut juga mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, yang sangat memperhatikan perlindungan ruang digital yang sehat untuk anak-anak.
“Pak Prabowo memberikan sinyal positif untuk ini karena beliau sangat peduli dengan penggunaan ruang digital oleh anak-anak.”
“Serta bagaimana menciptakan ruang digital yang sehat untuk pendidikan mereka,” ujarya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga menyatakan bahwa DPR RI sedang mengkaji wacana pembatasan media sosial bagi anak-anak.
Pembahasan mengenai hal ini sedang dilakukan bersama dengan pihak pemerintah, termasuk Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
DPR akan terus mendalami pro dan kontra serta dampak dari pembatasan media sosial ini, dengan mempertimbangkan kebijakan serupa yang sudah diterapkan di beberapa negara.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahnews.com dan Haloagro.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Sentranews.com dan Indonesiaraya.co.id
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellojateng.com dan Hariankarawang.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).
Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).
Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.
Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.








